Teknik Kimia ITBM Banyuwangi

Kategori
Uncategorized

HASIL CEK PLAGIASI

Ayu Qurota A’yun, S.Si., M.Sc.

1. Optimization of Ultrasound Assisted Extraction Parameters From Indigofera Tinctoria L Using Response Surface Methodology

2. Laporan Turnityn.

Yuni Susanti, S.Si., M.Si.

1. Optimasi Ekstraksi Dari Capsicum Frutescens L Dengan MicrowaveAssited Soxhlet Extraction (MASE) Menggunakan Response Surface Methodology (RSM).

2. Stabilitas Zeolit HY Hidrofobik Terhadap Uji Hot Liquid Water (HLW).

Ansori, S.T., M.T.

1. Box Behnken Design For Optimization On Biodiesel Production From Palm Oil And Methyl Acetate Using Ultrasound Assisted Interesterification Method.

Alif Nur Laili RachmahS.T., M.T.

1. Impact Of Surfactant Aided Subcritical Water Pretreatment Process Conditions On The Reducing Sugar Production From Oil Palm Empty Fruit Bunch.

2. Pembuatan Kecap Dari Lamtoro Bersama Masyarakat Desa Kaliploso Kec. CluringKab. Banyuwangi.

Ratri Sekaringgalih, S.T., M.T.

1. The Effect Of Sodium Lauryl Sulfate On Silica Nanofluid Stabilization Using Microbubble Method.

2. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pelatihan Pembuatan Pestisida Nabati Dan Pupuk Cair Dari Kulit Bawang Merah Di Desa Bagorejo Kec. Srono Kab. Banyuwangi.

Kategori
Uncategorized

VISI, MISI, DAN TUJUAN PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA

VISI

Pada tahun 2030 menjadi Program Studi yang unggul dalam pengembangan ilmu dan teknologi (IPTEK) di bidang teknik kimia, berwawasan lingkungan, dan berdaya saing secara global melalui proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis nilai-nilai Islam.

MISI

1. Menyelenggarakan program pendidikan sarjana teknik kimia yang berkualitas sehingga menghasilkan lulusan yang berkemampuan akademik, beretika, dan berjiwa technopreneur, serta mampu bersaing dalam tataran global.

2. Mengembangkan IPTEK melalui riset di bidang teknik kimia, baik secara mandiri maupun terintegrasi dengan instansi lainnya yang berdasarkan nilai-nilai Islam.

3. Menyelenggarakan penelitian yang berorientasi kepada masalah-masalah teknologi proses dan pengolahan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan.

4. Melaksanakan pengabdian masyarakat di bidang teknik kimia yang terintegrasi dan berkelanjutan.

TUJUAN

1. Menghasilkan lulusan yang berakhlakul karimah, berkemampuan akademik, dan membentuk karakter wirausahawan dalam mendukung pengembangan industri dan perekonomian Indonesia yang berwawasan lingkungan. 

2. Menjadi prodi yang aktif dalam riset untuk berkontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dan lingkungan.

Kategori
Berita Uncategorized

Sosialisasi Pembuatan Pestisida Nabati dari Limbah Kulit Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Kepada Masyarakat di Desa Bagorejo Kecamatan Srono

Pada hari Sabtu, 21 Mei 2022 dosen Teknik kimia ITBM Banyuwangi melaksanakan program pengabdian masyarakat bertempatkan di Desa Bagorejo Kecamatan Srono dengan mengusung tema memanfaatkan limbah kulit bawang merah untuk dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna. Dalam pengabdian kali ini kami dari tim dosen memilih untuk mengolah kulit bawang merah menjadi pestisida nabati. Sasaran pada pengabdian kami yaitu ibu-ibu PKK di Desa Bagorejo. Metode pelaksaksaan pengabdian ini dimulai dengan sosialisasi limbah kulit bawang merah yang disampaikan oleh Alif Nur Laili Rachmah, S.T., M.T dan dilanjutkan penyampaian materi sosialisasi pembuatan pestisida nabari dari kulit bawang merah yang disampaikan oleh Ratri Sekaringgalih, S.T., M.T. Adapun tujuan dari program pengabdian ini yaitu supaya ibu-ibu PKK bisa lebih mengoptimalkan pemanfaatan limbah kulit bawang merah dan dapat membuat pestisida nabati secara mandiri.

Tim Pengabdian Prodi Teknik Kimia ITBM Banyuwangi

Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum) adalah salah merupakan salah satu rempah-rempah yang sering digunakan selain sebagai bumbu masak juga sebagai obat tradisional dan merupakan tanaman sayuran semusim dengan umbi berlapis,. Pemanfaatan bawang merah terbatas pada dagingnya saja, sedangkan kulitnya tidak dimanfaatkan. Padahal dalam kulit bawang merah mengandung senyawa acetogenin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa tersebut memiliki keistimewaan sebagai anti-feeden. Dalam hal ini, hama serangga tidak lagi bergairah dan menurunnya nafsu makan yang mengakibatkan hama serangga enggan untuk melahap bagian tanaman yang disukainya. Sedangkan dalam konsentrasi rendah, bersifat racun perut yang bisa mengakibatkan hama serangga menemui ajalnya. Hama serangga mengonsumsi daun yang mengandung senyawa acetogenin konsentrasi rendah, akan menyebabkan terganggunya proses pencernaan dan merusak organ-organ pencernaan, yang mengakibatkan kematian pada hama Hal ini dikarenakan masyarakat sering menganggap kulit bawang merah sebagai limbah yang dihasilkan dari industri pangan dan rumah tangga dan belum mengetahui kandungan penting pada kulitnya.

Atas dasar itulah kami melakukan program pengabdian yang berbasis sosialisasi ini dengan tujuan supaya masyarakat khususnya Bagorejo mengetahui potensi dari kulit bawang merah. Kulit bawang merah ini bisa diolah dan di manfaatkan sebagai pestisida nabati, yang mana bisa sangat berguna untuk masyarakat desa Bagorejo yang mata pencaharian utamanya adalah petani.

Produk Pestisida Nabati Dari Limbah Kulit Bawang Merah

Pembuatan pestisida nabati cukup mudah, awalnya kulit bawang merah dipisahkan dari bawang merah, kemudian kulit bawang merah direndam dengan air (usahakan jangan air PDAM) dengan perbandingan 1:4, sampai kulit bawang merah terendam sempurna selama kurang lebih 4 hari. Kemudian hasil larutan ini disaring, dan hasil cairannya bisa langsung diaplikasikan sebagai pestisida nabati. Cara penggunaannya cukup semprot pestisida ini ke bagian tanaman yang terserang hama selama 1-2 kali seminggu.

Kategori
Uncategorized

Teknik Kimia: Pelatihan Pembuatan Minuman Probiotik Menyehatkan “Teh Kombucha” di Desa Bagorejo dalam tema Pola Hidup Sehat di Era Pandemi

Pada Bulan Mei 2022 Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen dan Mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Banyuwangi melakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan teh kombucha di Desa Bagorejo, Srono, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini dihadiri olek Pokja Ibu-Ibu PKK setempat. Program Pengabdian yang diketuai oleh Yuni Susanti S.Si., M.Si. dan beranggotakan Ayu Qurota ‘Ayun S.Si., M.Sc., Alif Nur Laili Rachmah, S.T., M.T., Ratri Sekaringgalih, S.T., M.T, serta Ansori, S.T., M.T. ini memiliki tujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat di era pandemi dan menambah ketrampilan masyarakat dalam membuat salah satu minuman probiotik, yaitu kombucha.

Teh kombucha yang berbahan dasar teh hitam atau teh hijau merupakan salah satu minuman probiotik yang memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Hampir seluruh negara di dunia termasuk Indonesia pada awal tahun 2020 ini berjuang melawan virus Covid-19. Masyarakat diminta untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tubuh, termasuk dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang dapat meningkatkan imunitas tubuh agar tidak mudah tertular virus atau bakteri apa pun. Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas tubuh dengan memberi asupan nutrisi kepada bakteri, baik (probiotik) yang ada di dalam tubuh atau yang lebih dikenal sebagai makanan dan minuman probiotik. Pembuatan kombucha menggunakan bantuan bakteri dan jamur (SCOBY) untuk membantu proses fermentasi. Tehh kombucha memiliki manfaat meningkata daya imun tubuh dan booster energy. Khasiat lain pada produk minuman ini adalah sebagai anti penuaan dan anti kanker karena kaya akan kandungan antioksidan. Minuman ini belum banyak dikenal oleh masyarakat, khususnya yang bertempat tinggal di daerah pedesaan.

Pembuatan tehh kombucha ini melalui dua tahap fermentasi. Fermentasi pertama adalah fasa pembentukan asam cuka dalam kondisi mikroaerasi. Sedangkan fermentasi kedua adalah fasa penambahan rasa-rasa dan proses karbonasi yang terjadi pada kondisi anaerob. Rasa yang diberikan menggunakan rempah dan rimpang karena di Banyuwangi sangat mudah ditemukan. Penambahan rempah dan rimpang memperkaya kandungan nutrisi yang ada pada teh kombucha. Rempah dan rimpang yang digunakan antara lain:  kayu manis, jahe, sereh, secang, bunga lawang.

Perubahan gaya hidup back to nature  dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang alami seperti teh kombucha merupakan langkah awal yang baik untuk menjaga kesehatan. Semangat sehat, semakin taat, dan menebar manfaat.

Kategori
Uncategorized

Sosialisasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga Secara Mandiri di Desa Kaliploso Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Sosialisasi Pengolahan Limbah Rumah Tangga Secara Mandiri di Desa Kaliploso Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi.

Minggu 27 juni 2021, Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Banyuwangi kali ini melebarkan arah dakwahnya keselatan tepatnya di Desa Kaliploso Kec. Cluring. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk pengabdian masyarakt telah direncanakansecara matang oleh dosen dan mahasiswa.

Kedatangan ITBM disambut dengan baik oleh warga terutama peserta. Kegiatan yang diwali dengan sosialisasi pengolahan limbah rumah tangga yang cukup memberikan kesan yang baik.
“kami berharap ada tindak lanjut dari seminar ini ke praketek yang menghasilkan output yang baik” ucap salah satu peserta.

Peserta menjadi semakin antusias saat melihat bagaimana pembuatan hand sanitizer yang di peragakan langsung oleh dosen teknik kimia. “ kami berharap langkah awal ini bisa terus dan continue kedepanya” tuas kepala desa dalam sambutanya.

Kegiatan kemudian di tutup dengan foto bersama dan pembagian handsanitizer kepada para perserta sosialisasi.

Komentar Terbaru